Senin, 08 Agustus 2016

Jatuhkan Dia Lalu Pilih Saya (Pertemuan 20)


Pamer itu bukan riya' meski dalam riya' ada pamer dan tulus itu bukan ikhlas meski dalam ikhlash ada tulus. Riya' dan ikhlash itu merupakan perkara niat, dan kedua-duanya hanyalah masalah ibadah, bukan dalam urusan dunia.

Riya' itu adalah kalau seseorang beribadah kepada Allah Ta'ala disertai dengan niat agar orang lain memujinya, sehingga riya' tersebut masuk dalam kategori kesyirikan, yakni menyekutukan Allah Ta'ala dalam beribadah. Walaupun riya' tergolong syirik kecil namun dosanya sangat besar, semoga Allah Ta'ala menjauhkan kita dari sifat tercela ini, aamiiin...

Sedangkan ikhlash adalah kalau seseorang hanya beribadah kepada Allah Ta'ala tanpa menyekutukan-Nya dengan yang lain. Bisa juga dikatakan bahwa ikhlash itu hanya mengharap ganjaran dari Allah Ta'ala. Oleh karenanya kalau seseorang bersedekah dengan niat tulus tapi tidak berharap apa-apa maka itu bukan ikhlash namanya. Semoga Allah Ta'ala memasukkan kita semua ke dalam golongan orang-orang yang ikhlash, aamiiin...

Berbicara tentang ibadah adalah berbicara juga tentang cinta dan benci, yakni cinta karena Allah dan benci karena Allah. Mencintai Islam dan penganutnya dan membenci kekufuran beserta penganutnya, jika niat dan perjuangan seseorang berada dijalur yang dibenarkan maka insya Allah niat dan perjuangannya tidak akan disia-siakan oleh-Nya.

Islam tidak membenarkan peperangan antar suku maupun antar negara, maka barangsiapa yang gugur di medan perang semata-mata untuk membela suku maupun negara maka dia mati dalam keadaan matinya jahiliyyah.

Bagi orang yang ingin berjihad di jalan Allah, maka hendaknya dia memenuhi beberapa persyaratan yang ditetapkan oleh Islam, yang di antaranya adalah mendapatkan izin dari penguasa. Kalau tidak ada izin dari penguasa maka tidak syar'i pula jihadnya, karena mohon maaf tidak ada yang namanya jihad swasta.

Jadi niat yang ikhlash itu mesti didukung dengan cara-cara yang dibenarkan oleh syari'at. Seperti dilindunginya keamanan kaum kuffar di bawah kekuasaan penguasa muslim, maka menyakiti mereka merupakan sebuah pelanggaran terhadap ketaatan kepada penguasa.

Yang terbilang aneh dari kelakuan segelintir manusia dari abad ke abad adalah budaya menjatuhkan orang lain agar mereka memilih dirinya. Yakni dengan tekhnik mengicaukan kebencian antar etnis, sejarah tempo doeloe dan dalil-dalil agama. Manusia dengan model seperti ini biasanya sulit sekali untuk dibaca karena dia sangat pandai dalam berakting dan selalu berlindung di bawah pembelaan terhadap rakyat.

Bukannya berkarya lebih banyak, malah jatuhkan sana jatuhkan sini. Tiap kita kan seorang pemimpin, di mana tiap kita bertanggung-jawab atas siapa yang kita pimpin. Kita buat saja karya besar maka dunia akan segan kepada kita.

Sayangnya, semua maunya serba singkat, dalam 15 menit seseorang bisa disanjung dan dalam 15 menit seseorang bisa dijatuhkan. Lantas apa hubungannya dengan dunia batu permata? Dikarenakan tema dari artikel ini adalah tema tentang batu permata maka peristiwa apapun akan selalu kita kaitkan dengan batu permata.

Baiklah, sebelumnya kita simpulkan dulu apa yang telah kita uraikan tadi, bahwa: Tiap kita adalah pemimpin dan tiap kita bertanggung-jawab atas siapa yang kita pimpin, buat saja karya besar maka dunia akan segan kepada kita, jangan gunakan cara singkat yakni dengan tekhnik menjatuhkan seseorang agar manusia memilih kita.

Sesungguhnya dalam banyak bidang usaha, seringkali ada kasus yang nyaris mirip, seperti halnya usaha di bidang batu permata. Sebagaimana kata orang: "Kehidupan itu tidak selalu mulus". Ada saja pihak-pihak tertentu yang mempraktekkan kampanye hitam untuk membunuh karakter seseorang, padahal kehidupan menginginkan suatu karya, karya besar, karya yang mengagumkan, itu sudah.


Keris batu granit koleksi Bang Valdi Kiber


Minggu, 07 Agustus 2016

7 Model Liontin Inspiratif (Pertemuan 19)


Berikut ini menampilkan tujuh model liontin yang sangat inspiratif terkhusus untuk batu akik gambar, enam model itu diambil dari majalah IGS atau Indonesian Gemstone, jadi untuk selebihnya dapat kita temukan sendiri dari majalah tersebut.

Untuk mengangkat nilai dari suatu batu, baik untuk dijual maupun untuk dikonteskan, memang memerlukan semacam perlakuan ekstra, dan salah satunya adalah ini, yaitu menyesuaikan antara permata dan ikatannya, sehingga ia dapat tampil lebih menarik serta dapat mencuri hati akan minat dari pembeli maupun penilaian dari yuri.

Kepala suku Indian

Sampoerna

Dua permata dengan motif yang sama

Sangkar burung

Model ikatan mengikuti corak batu

Corak ulat dengan ikatan model daun

Model ikatan simple untuk akik pemandangan

Janganlah Mencerca Penguasa? (Pertemuan 18)


Janganlah kita membawa-bawa dalil agama kalau hanya untuk mencerca penguasa, karena perbuatan itu tidak ada ajarannya di dalam Islam, bahkan justru sebaliknya sekian dalil menunjukkan akan dilarangnya mencerca mereka.

Saat kaum muslimin meneriakkan anti kuffar mestinya menyadari bahwa mencerca penguasa merupakan ajaran kuffar. Saat kaum muslimin meneriakkan anti teroris mestinya pula menyadari bahwa mencerca penguasa pun merupakan ajaran teroris.

Lantas siapakah yang kita sebut sebagai penguasa? Kalau di negeri kita Indonesia penguasa itu mencakup presiden hingga seluruh staf-staf dibawahnya, termasuk juga aparat negara, baik itu tentara maupun polisi.

Kita tinggal di Indonesia ini sebenarnya cukup nyaman, ada pemerintah yang mengatur dan ada aparat untuk menjaga keamanan. Tidak jarang terjadi pada banyak permasalahan, kita sebagai rakyat seringkali meminta bantuan mereka.

Ketika seseorang mencerca penguasa sebenarnya ia sedang mempraktekkan ajaran kuffar dan teroris. Kita lihat saja sejarah terbentuknya paham demokrasi dan ham, di mana paham ini bermula dari Paris-Perancis yang notabenenya mereka merupakan kaum kuffar. Kita lihat pula apa yang ada dalam paham teroris yang begitu mudahnya mengafirkan penguasa muslim.

Sejatinya ajaran Islam adalah agama keselamatan, agama yang menyuruh umatnya untuk taat kepada penguasa selama tidak dalam hal maksiat kepada Allah Ta'ala. Kita dilarang untuk mencerca apalagi sampai memberontak kepada mereka.

Islam mengajarkan agar anak menghormati orang tuanya, istri menghormati suaminya, murid menghormati gurunya, dan yang muda menghormati yang lebih tua. Lantas bagaimana kalau kita berada pada posisi seorang pemimpin tatkala mendapati orang yang kita pimpin itu membangkang?

Anehnya, para provokator yang menyerukan untuk mencerca penguasa itu adalah calon-calon yang ingin diangkat sebagai penguasa, apa tidak berpikir kalau nantinya mereka bakal dibangkang pula sebagaimana dulunya mereka membangkang?

Kata orang: "Politik itu kotor", kalimat ini seolah politik itu hanya akan bisa berhasil kalau menggunakan cara-cara kotor. Apa seperti itu harusnya? Apa seperti itu yang Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam dan para khulafaur-rasyidin teladankan?

Oleh sebab itu, kita sebagai rakyat yang tidak terkecuali juga para pemain batu permata untuk tidak menjadi ikut-ikutan dalam mendukung hal-hal yang berbau pencercaan terhadap penguasa. Bahkan kalau kita bisa bekerjasama dengan baik bersama mereka maka insya Allah kelimpahan berkah akan kita dapatkan.

Alih-alih untuk mencerca, justru kita memerlukan andil pemerintah baik pusat maupun daerah untuk diantaranya mengangkat kembali ekonomi Indonesia, baik itu harga karet, upah buruh dan tidak terkecuali juga tentang usaha perbatuan nusantara.

Kita ambil contoh mengenai batu permata yang tidak indah sebetulnya, yaitu batu pirus (persia) atau turkois (turki), akan tetapi ia sangat terkenal di seluruh dunia sehingga menimbulkan kebanggan tersendiri bagi pemakainya, lantaran batu pirus atau turkois itu pernah dijadikan pernak-pernik untuk menghiasi istana. Kita bisa bayangkan, apalagi kalau batu yang kenyataannya memang indah, seperti batu nusantara. Apabila dari pihak pemerintah Indonesia antusias dalam menangani hal ini maka insya Allah perbatuan Indonesia bakal menjadi permata kebanggaan di seluruh dunia sebagaimana batu pirus atau turkois itu tadi.

Oleh karena itu, tentulah tidak adil juga perlakuan segelintir kita terhadap penguasa, kalau pada suatu waktu kita mencercanya namun di waktu yang lain kita malah memerlukan bantuannya.


Liontin kujang batu jasper milik Ki Alan


Sabtu, 06 Agustus 2016

Apa yang Sebenarnya Kita Teropong? (Pertemuan 17)


Macam-macam alasan mengapa seseorang meneropong batu permata? Baik itu karena ingin melihat inklusi yang ada di dalam batu, dan ini untuk mendeteksi keaslian dan kejernihannya. Maupun ingin melihat permukaan batu apakah masih terdapat gores-gores kecil di situ, dan ini untuk mendeteksi kemaksimalannya dalam finishing.

1. Inklusi Sebagai Indikasi

Inklusi yang ada di dalam batu dapat dijadikan sebagai petunjuk penting dalam menentukan natural ataukah sinteteis batu itu. Inklusi tersebut bisa berupa urat atau serat, maupun gelembung, noda dan keretakan.

Kita boleh menganggap bahwa inklusi itu adalah kecacatan, sehingga semakin jernih suatu batu maka harganya pun semakin tinggi. Kita boleh juga menganggap bahwa inklusi itu suatu kelebihan, sehingga semakin unik suatu batu maka harganya pun semakin mahal.

2. Inklusi pada Cat's Eye

Rutil atau rambut halus yang banyak melintang di dalam batu cat's eye menimbulkan efek mata kucing, kalau tidak ada inklusi ini maka cat's eye pun tidak akan terjadi.

3. Inklusi pada Safir

Rutil halus yang menyerupai jaring yang ada di dalam batu safir menimbulkan efek star, kalau tidak ada inklusi ini maka tidak ada pula star safir itu.

4. Inklusi pada Permata Sintetis

Pada saat orang-orang berpikiran bahwa batu asli itu ditandai dengan adanya urat atau serat, maka muncullah terobosan membuat permata sintetis yang diberi urat atau serat. Hanya saja model urat atau seratnya tentu berbeda dengan batu natural.

5. Rutil pada Kuarsa

Inklusi berupa rambut yang ada pada batu kuarsa menambah keunikan akan batu tersebut. Sebagaimana batu serat cendana dan kinyang rambut Sempalai/ Sambas.

6. Melihat Gelembung Batu

Tidak hanya batu sintetis, batu natural pun memiliki gelembung-gelembung halus. Perlu keterampilan mata dalam membedakan mana gelembung yang normal dan mana gelembung yang tidak normal.

7. Melihat Kerapian Faset

Perlu teropong untuk memperhatikan kerapian cutting pada batu yang sedang difaset, semakin rapi sudut-sudut cuttingnya, maka semakin mudah pula dalam pemasetannya.

Demikian pula memperhatikan kesempurnaan kilap pada batu, kemungkinan di saat melakukan pemolesan ada beberapa bagian yang belum kena.


Bersama Pak Pardi saat meneropong batu permata koleksi dari Bang Rivaldi Kiber


Rabu, 03 Agustus 2016

Bagaimana Cara Menjual Barang yang Mahal agar Cepat Laku? (Pertemuan 16)


Menjual barang yang harganya mahal merupakan suatu problem di antara beberapa problem dalam bisnis batu permata. Daripada kita mengatakan bahwa itu adalah perkara yang "mudah-mudah sulit", apa tidak lebih baik kalau kita mengatakan bahwa itu adalah perkara yang "sulit-sulit mudah"?.

Baiklah, sebelum bicara lebih lanjut, ada baiknya kita mengangkat dulu empat kalimat sederhana berikut ini:
1. Mudah didapat sulit dijual.
2. Sulit didapat mudah dijual.
3. Mudah berarti murah.
4. Sulit berarti mahal.
Meskipun kalimat-kalimat ini gampang sekali untuk dibantah, namun dalam tinjauan yang lain ia ada benarnya juga.

1. Mudah didapat sulit dijual.
Apabila suatu barang mudah untuk didapat maka biasanya barang itu sulit untuk dijual.

Selama belum ada buyer yang siap untuk menampung barang yang hendak kita jual maka selama itu kita memerlukan sedikit perjuangan dalam melakukan penjualan.

Solusinya:
*Kita fokus saja kepada siapa yang perlu, kalau barang itu sulit dijual di suatu tempat maka mungkin ia mudah dijual di tempat lain.
*Mudah bagi kita belum tentu mudah bagi orang lain, ini sebagaimana perkataan: "Banyak orang yang tahu batu tapi lebih banyak orang yang belum tahu batu".

2. Sulit didapat mudah dijual.
Apabila suatu barang sulit untuk didapat maka biasanya barang itu mudah untuk dijual.

Kalau kita memiliki buyer yang siap untuk menampung barang yang hendak kita jual, maka tentunya kita memerlukan sedikit perjuangan dalam menyiapkan barang tersebut.

Solusinya:
*Jangan terlalu fokus pada barang yang belum kita ketahui di mana rimbanya, fokus saja pada barang yang ada. Biasanya pembeli mencari sesuatu yang tidak ada, ini sebenarnya sebuah penolakan halus yang menandakan dia belum tertarik, karenanya kita tetap bersikap baik, mungkin suatu hari hatinya akan terbuka.

3. Mudah berarti murah.
Apabila suatu barang mudah untuk didapat maka biasanya barang itu harganya murah untuk dijual.

Solusinya:
*Perlu dijelaskan, mudah seperti apa yang dipikirkan orang-orang. Jangan-jangan apa yang mereka sebut mudah itu ternyata sesuatu yang sulit.

4. Sulit berarti mahal.
Apabila suatu barang sulit untuk didapat maka biasanya barang itu harganya mahal untuk dijual.

Solusinya:
*Seringkali harga yang mahal begitu menggiurkan dan ini adalah peluang, peluang bagi siapa saja yang berani mengambil resiko, sebagaimana perkataan masinis: "Orang-orang menginginkan kecepatan, namun di saat kita meninggikan kelajuan maka sebenarnya kita sedang meninggikan resiko"

Dari empat kalimat sederhana di atas, maka kita mendapatkan jawaban bahwa: Agar suatu barang yang harganya mahal bisa cepat terjual adalah dengan cara menemukan pembelinya, itu sudah.
Lantas bagaimana cara menemukan pembelinya? Untuk menjawabnya, Robert T. Kiyosaki pernah mengatakan bahwa: "Cari pembelinya terlebih dahulu baru cari barangnya".

Nah sekarang, kalau barangnya sudah ada tapi pembelinya belum tahu, bagaimana? Jawabannya, kembali kepada empat kalimat yang sederhana di atas berikut solusinya.

Ok, semoga bisa membantu, kalau ada tanggapan, baik itu berupa sanggahan maka penulis sangat berterima kasih atas sanggahannya, maupun itu berupa pertanyaan maka penulis insya Allah akan berusaha untuk memberikan jawabannya.


Bersama Mr. Anen dengan liontin phantom quartz kebanggaannya


Selasa, 02 Agustus 2016

Jual Ular dengan Harga Naga (Pertemuan 15)




Gambar di atas merupakan sebuah kasus  yang menunjukkan bahwa prinsif tahdzir tidak hanya diperlukan dalam hal agama, namun ia juga sering dipraktekkan dalam urusan-urusan dunia. Tahdzir adalah memperingatkan umat dari orang-orang maupun kelompok-kelompok yang menyimpang, agar umat berhati-hati dan waspada terhadap syubhat-syubhat mereka.

Baiklah, mari kita ikuti perumpamaan berikut ini, kalau kita jual ular dengan harga naga biasanya pembeli jadi kecewa tapi kalau kita jual ular dengan harga cacing maka pembeli pasti beruntung.
Bicara soal menjual tentunya bicara soal reputasi, naga bilang naga, ular katakan ular dan cacing sebut cacing.
Pembeli pun mesti tahu barang, sebagaimana ungkapan: "Ada kualitas ada harga tentunya", kita semua faham bahwa batu natural itu tidak ada limit harganya dan harga yang sintetis pun tidak selalu berharga murah.

Pada pertemuan 1, kita telah menyinggung tentang "Kecewa Salah Beli Batu" dan pada pertemuan kali ini kita bicara mengenai sikap kita sebagai atau terhadap penjual maupun sebagai atau terhadap pembeli, baik offline maupun online, baik darat maupun udara. Bahwa keduanya sama saja, selalu ada etika dibalik itu semua.

Lantas, bagaimana dengan pemain yang jahat? Kalau dia betul-betul jahat, maka wajib bagi kita memberitahu yang lain agar kejahatannya tidak semakin meluas, sehingga korbannya tidak semakin banyak, tentunya itu semua lewat penelitian yang bisa dipertanggung-jawabkan dihadapan Allah Ta'ala.
Ok, tetap jadi pemain yang baik, sehingga kita mendapat berkah dari-Nya.



Batu Apa yang Trendy Sepanjang Masa? (Pertemuan 14)


"Tidak dapat dipungkiri" itulah kalimat yang sering disembunyikan tatkala melihat permata yang indah, terutama batu nusantara, terlebih lagi batu mulia seperti intan, ruby, safir dan zamrud.

Saat kita ingin menyimpan uang di batu, tentunya kita harus memperhatikan batu apa dan yang bagaimana yang hendak kita beli, yaitu batu yang tetap trendy sepanjang masa.

Memang benar bahwa batu permata itu adalah trend, ada semacam perputaran batu atau rooling stone, di mana suatu hari orang membicarakan batu nilam, namun setelah beberapa lama kemudian mereka membicarakan batu delima daging, lalu membicarakan batu biduri bulan dan seterusnya.

Pada intinya setiap batu punya giliran untuk dijadikan trend, tergantung apa yang orang-orang bicarakan. Oleh karena itu ada baiknya untuk koleksi setiap jenis batu permata, seperti: pancawarna, lapis lazuli, kecubung, pirus dan lain-lainnya.

Saat ini orang-orang membicarakan batu kinyang bening, batu yang begitu difaset dapat menimbulkan kemilau yang sangat menawan, batu ini bisa dikatakan murah meriah tapi kalau benar dalam mengemasnya maka ia bisa bernilai mahal.

Kita katakan bahwa batu kinyang bening adalah trendy sepanjang masa. Termasuk juga batu akik gambar, sitrin dan rambut cendana. Jadi, investasi untuk batu-batu seperti ini tidak bakalan rugi.

Bagaimana dengan batu bacan, bio solar, raflesia dan red borneo? Sah-sah saja kita memiliki batu-batu tersebut, terlebih lagi ia telah terkenal bahkan mungkin sampai manca negara. Intinya selama harga dari batu permata tidak jatuh maka selama itu ia adalah trendy sepanjang masa.

Namun apabila terjadi sebaliknya maka kita hendaknya berpikir dua kali untuk membelinya. Terkadang pasaran memang sulit untuk diprediksi bahkan oleh pakar ekonomi sekalipun belum tentu predeksinya selalu tepat. Oleh sebab itu kita percaya saja dua kalimat berikut ini:

1. Semua batu adalah trendy sepanjang masa selama harga pasarannya tidak jatuh

2. Setiap batu permata memiliki giliran untuk dijadikan trend tergantung dari apa yang orang-orang bicarakan.


Seseorang ini bernama Syahrurizal bersama majalah Indonesian Gemstone, majalah ini terbit sebulan sekali dan sekarang sudah 32 edisi, setiap edisi mengangkat satu permata dan ini termasuk rooling stone atau perputaran batu sehingga kita bisa mendapatkan informasi tentang batu apa yang sedang trend saat ini.